Tag
Jam 7 pagi siap kerja. Nah!! hari ini para keryawan mulai semangat. Bukan karena waktunya gajian atau menerima bonus. Bukan pula Besok waktunya libur ataupun cuti bersama. Ada sesuatu yang beda di hari ini. Para karyawan sudah Rapi dengan pakaian kerjanya, aroma parfum beraneka macam tercium. Semerbak harumnya sampai membuat kepala pusing. Sulit dibedakan antara aroma parfum dengan keringat bercampur bau badan (berkeringat bukan karena olah raga, tapi harap-harap cemas). Apa ada pesta? Bukan!… Apa ada syukuran? Bukan juga…. Atau ada Peringatan Hari besar? Bukan pula. Tetapi ada hal lain. Sesuatu yang ditunggu dan membuat banyak orang gelisah.
Saya sebut “karyawan” bukan “karyawati” karena yang gelisah hanyalah Cowok. Pada hari ini ada Karyawati baru yang katanya “Cuantik”. Informasi yang diperoleh para karyawan, cantiknya serupa dengan artis Korea (Artis sudah almarhum -bunuh diri-) hehehe. Kulit putih dengan rambut lurus panjang. Mata lebar, bibir tebal (tapi ndak memble lho…). Maksudnya bibir seksi seperti Angelina Jolie, bukan seperti Omas (Pelawak Indonesia). Tubuhnya lansing dan mempesona. Jika berjalan lenggak lenggok, seperti bebek yang mau berendam (emang bebek berendam???? Yang benar bebek berenang???). Lirikan matanya bagai panah yang menembus hati. Sekali lirik langsung Lemas (tapi bukan dukun pelet lho…). dan pastinya tu Cewek HOTTT…. zzzzzz@#@$%%.!!!! Eit… itu semua sekedar info dari HRD, bukan Asli… hehehe…
Nah!! Inilah hari yang ditunggu-tunggu. Teman-teman (termasuk Rossi yang sudah nikah) ingin membuktikan karyawati baru yang Heboh Kecantikannya setara dengan Artis Korea (jangan lupa alm). Dinanti-nati akhirnya perempuan yang mencuri hati itu pun muncul. Dengan wajah harap dan cemas Rossi menanti pintu yang terbuka perlahan. Dan ternyata …… @_@ ##!#!#!# …“Eh… Sumi!!!!!, ngapain kamu yang nongol….????”.
Yah tubuh tambun dengan berat rata-rata 90kg. Dia tersenyum dengan gaya yang khas, membuat orang semakin gemas karna semakin terlihat bulat. “Iya mas…. saya mau nanya pesanan minum buat bapak-bapak”. Langsung Rossi menjawab “Nanti aja…!! semua orang lagi nunggu Karyawan baru “.
“Oo…. karyawan baru yang cantiknya seperti Sumi ya….?” selerohnya dengan PD. Mendengar kata-kata Sumi semua orang langsung putus harapan. Lah kalo cantiknya seperti Sumi, berarti tu Perempuan ndak seperti Angelina Jolie donk?? “Emang Mbak Sumi sudah ketemu dengan anak baru itu?” tanyaku heran.
“Ya… tahu dikit sich! Saya Sempat liat saat dia dipanggil bos” Jawab mbak Sumi. Kontan jawaban itu menjadikan harapan yang awalnya tinggi, pupus sudah. Jika kecantikannya serupa dengan mbak Sumi, pastilah karyawan tersebut tidak sesuai dengan yang dibayangkan. Beberapa teman langsung ke meja kerjanya, termasuk si Rossi. Tapi sebelum ke meja kerja Rossi pesan ke mbak Sumi “Mbak! Saya pesan Kopi Susu, tapi Gulanya sedikit ya..!”. “Siap pak!!” jawab mbak Sumi mantab.
Semua karyawan berguman, mereka menganggap info tersebut hanya gurauan. Lah fakta yang dilihat mbak Sumi pasti benar!! Karena mbak Sumi orangnya polos, pasti tidak punya kepentingan lain untuk menipu para karyawan. “hahaha… katanya seperti Anggelina Jolie. Ternyata Anggelina Sumi!!!!” serentak semua karyawan tertawa.
“Emang dasar loe mata keranjang Ross… Loe kan da nikah, lah kok masih berharap dengan karyawan baru?” timpuk si Amin.
“Yah… loe punya pikiran negatif banget Min!! Aku kan mau buktikan apa benar ada wanita yang lebih Cantik dari Istriku. Eh ternyata isunya Cuma bo’ong!!!” kelit si Rossi…
“Kalo memang ada yang lebih cantik dari Istri loe gimana? Apa loe berpaling?” Tantang si Amin.
“Ya ndak lah… kan Istriku–Bidadariku!! Bukan begitu ustadz Zakariyah?!!!” sanggah Rossi sambil menepuk bahuku.
“Yalah… Suami–Istri yang shaleh pasti dipertemukan di Surga!! Semoga mas Rossi dan mas Amin sama-sama menjadi orang yang Shaleh. Amin…” jawabku.
“Lah mas Amin kan da punya Istri dan anak 3?? Koq berharap ma karwati baru? Hayo… mau tambah ya…??” goda si Rossi.
“Ya.. iyalah.. kan bidadari di Surga tidak harus 1, di dunia kan di kasih jatah 4. Berarti masih boleh kan?!!” Sanggah si Amin.
Langsung ku timpuk “Okelah kalo begitu, nanti saya moderasikan ke istri mas Amin! Biar nanti dipersiapkan mental dan materinya, agar tidak kaget kalo mas Amin pingin nikah lagi”
“EIH… JANGAN!!!! Bisa-bisa jadi perang dunia ke-3 nih… !!!” jawab si Amin. Dibarengi Tawa semua karyawan.
Tak selang beberapa lama, sang Bos datang dan disampingnya ada seorang cewek yang WOW… Cantik dan Astaghfirullah… penampilannya bisa dikatakan Menggoda lelaki. Dan semua lelaki di kantor berdiri menyambutnya, dengan mata berwarna Hijau agak kemerahan, bagai buaya yang melihat santapannya menari-nari di pinggir Sungai. Atau seperti serigala yang mulutnya tak henti-henti ingin bersiul. Yang jelas ekspresi mereka MENJENGKELKAN.
“Kepada seluruh Karyawan, perkenalkan karyawati baru. Dia saya tempatkan di bagian Administrasi untuk membantu Zakariah” Kata-kata bos singkat tapi membuat hatiku berdegup kencang. Semua karyawan menatapku dengan tatapan KECEWA. Dan gumanku “Mampus deh… tambah karyawan, malah mengundang dosa baru!! Semoga Allah melindungiku dari Fitnah para wanita!”.
“Wah… Ust. Zakariah mendapat ujian berat! Kalo tidak kuat tak bantu ya tadz…!!” bisik si Rossi.
“Asem loe Ross!!” balasku kepada Rossi yang disebelahku.
“Dan saya persilahkan untuk memperkenalkan diri kepada para karyawan lainnya!” perintah Bos kepada karyawati baru tersebut.
“Selamat Pagi!!” sapa karyawati tersebut dengan suara yang lemah lembut. Suaranya sangat lirih, membuat bulu kuduku semakin merinding (bukan seperti sapaan Mbak Kunti [kuntilanak] kepada korbannya lho… tapi merinding membayangkan dosa kalau saya berbincang dengannya).
“Nama saya Maria Az Zahra. Biasa di panggil Zahra. Saya tinggal di Kauman… dan bla…bla… bla…” lanjutnya. Semua karyawan menyimak dengan seksama, ada sebagian dari mereka menulis di buku pribadi. Mungkin ada yang berniat untuk berkenalan lebih dekat.
Si Rossi sambil menatapku dia berbisik. “Zak!! namanya Zahra. Cocok dengan nama ente. Zakariah dan Zahra. Mungkin tu jodoh yang dikirim Allah kepada Ente!!” katanya Mantab.
Ku Tanya “Emang mas Rossi tahu dari mana kalo dia Jodoh saya?”
“Kata Primbon Jawa. Inisial nama yang sama ‘Za’, itu pertanda bahwa orang tersebut berjodoh” ucapnya mantap.
“Walah… emang mas Rossi punya ilmu Primbon? Kok ndak buka praktek biro jodoh aja. Hahaha…” godaku sambil tertawa.
“Asem loe Zak..! di sindir malah balik nyindir!” sambil memasang muka kecut.
Tapi dalam hati memang dia cantik dan menggoda. Tapi saya mempunyai prinsip untuk tetap berpegang teguh pada Ajaran agama saya. Yaitu Islam, yang mengharuskan saya untuk menundukkan pandangan, dan berinteraksi dengannya pada batasan yang jelas.
